
Dalam buku memahami ilmu politik karya Ramlan Surbakti (1992), partai politik dijelaskan seperti memiliki fungsi yang mana berkaitan penting dengan sejarah negara. Dikatakan demikian karena partai memiliki ideologi yang terus dipertahankan sehingga program yang disusun juga ikut dipertimbangan sebagai tawaran kekuasaan. Dengan demikian maka program program yang dijalankan nantinya, terlebih setelah melalui proses pemenangan, maka sudah tentu akan menjadi prioritas bagi jalannya kepemerintahan negara.
Secara garis besar Ramlan Surbakti menjelaskan bahwa fungsi partai politik ialah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program program yang disusun berdasarkan ideology tertentu. Namun beberapa diantaranya juga melengkapi funsi yang lain seperti; sosialisasi politik, rekrutmen politik, partisipasi politik, pemandu kepentingan, komunikasi politik, pengendalian konflik, dan control politik.
Demi menjaga kredibilitas paratai politik, maka dilakukanlah proses yang disebut sebagai sosialisasi politik. Sosialisasi politik dilakukan untuk membentuk sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat. Selain sosialisasi politik dalam partai politik juga dilakukan rekruitmen politik. Rekruitmen merupakan kelanjutan dari fungsi mencari dan mempertahankan kekuasaan. Kemudian setelahnya ada partisipasi politik yang diharapkan fungsinya sebagai wujud ketaatan dari warga negara. Dalam partai juga memiliki dilema atas suara anggota masyarakat yang mana diselesaikan dengan cara menampung dan memadukan berbagai kepentingan yang berbeda bahkan bertentangan. Cara yang dilakukan juga sebagai alternative untuk merumuskan kebijakan umum, dan pembuatan serta pelaksanaan keputusan politik ini disebut dengan pemadu kepentingan.
Ramlan surbakti juga menuliskan dalam bukunya bahwa partai ada karena digunakan sebagai komunikator politik. Hal ini disebut dengan komunikasi politik. Komunikasi politik ialah proses penyampaian informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah.
Dan hal yang paling berkaitan dengan penelitian ini adalah pengendalian konflik dan control politik yang dituliskan dalam buku memahami ilmu politik ini. Sebagai perantara aspirasi masyarakat seharusnya sudah menjadi tanggung jawab partai untuk memberikan kenyamanan atas jaminan walaupun dalam situasi konflik sekalipun. Yang dimaksudkan ikut bertanggung jawab disini adalah dengan cara berdialog dengan pihak pihak yang berkonflik, merampungkan dan memadukan berbagai aspirasi dan kepentingan dari pihak pihak yang berkonflik dan membawa permasalahan kedalam musyawarah badan perwakilan rakyat untuk mendapatkan penyelesaian berupa keputusan politik. Kemudian control politik. Control politik dijelaskan sebagai kegiatan untuk menunjukkan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isi suatu kebijakan yang dibuat dan dilaksanakan oleh pemerintah.
intisari dari buku: memahami ilmu politik, Ramlan Surbakti
dimas adit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar